Posted in Jurnal

Pertama Kalinya Menjahit

Sejak.. entahlah sejak kapan, yang jelas saya punya impian pengen bisa jahit dengan mesin jahit.

Semasa saya kanak-kanak, saya cukup akrab dengan yang namanya mesin jahit. Secara di rumah ada mesin jahit. Kedua orang tua saya pernah menjahit sebagai sarana mendapatkan penghidupan. Namun, entah kenapa saat itu saya tidak pernah meminta untuk diajarkan menjahit—ataukah pernah? Sejujurnya saya tidak begitu ingat.

Impian bisa menjahit—bisa merancang baju sendiri, menjahit baju sendiri, hingga membuat aneka barang-barang lucu dengan menjahit—baru muncul lagi belakangan ini, di masa-masa akhir kuliah saya. Beberapa tahun belakangan ini bisa dibilang saya menggeluti merajut serta merenda. Berdekatan dengan barang-barang yang seringkali unyu itu membuat saya menemukan keinginan menjahit saja, lagi.

Sederhananya, saya mau merajut tas dan tidak perlu repot menjahit dengan tangan dalaman tas tersebut. Rasanya pun sayang jika harus saya bawa ke tukang jahit. Saya ingin melakukannya sendiri.

Nah, akhirnya, pada hari ini saya mencoba menjahit. Hari ini menjadi hari bersejarah di mana saya memegang mesin jahit dan mengoperasikannya. WOHOOO!!

Berbekal tas rajut yang tinggal dipasang puring, kain, dan busa, serta ritsleting, saya pun mulai berkenalan dengan mesin jahit. Rencananya, saya mau membuat dalaman tas untuk tas rajut saya. Lengkap dengan dipasang rit. Jadi, saya tinggal menyambungkan puring tersebut belakangan.

Pelajaran jahit pertama saya: menjahit lurus—yang sedihnya meski sudah saya bikin garis di kain masih juga mengok-mengok, masih belum biasa buat menginjak dinamonya itu lho. Belum dapat temponya.

Nah, yang saya lakukan sebelum mulai menjahit puring tas adalah mencoba menjahit di selembar kain bekas. Kali pertama, saya gagal karena terlalu kencang menginjak. Kali kedua, saya mulai biasa tapi saya ragu karena khawatir jadinya nggak lurus. Kali ketiga, saya mulai biasa, meski tetap saja tidak biasa dengan injak-mengijak itu. Selepas beberapa kali mencoba, guru saya menyuruh saya mulai mempersiapkan bahan untuk puring tas.

Well, di sini saya menyadari bahwa aktivitas paling lama dari kegiatan jahit-menjahit adalah membuat pola! Seriously! Padahal pola yang saya bikin pun itu kotak doang. Namun, karena saya tidak mempersiapkan ukuran sedari awal, pun saya tidak mengecek dengan benar, pun saya kagok menggunting sana-sini, dan sederet hal lain yang nggak banget kalau dipikir-pikir, saya lelah haha.

Menyiapkan puring tas yang saya dobel dengan busa ini melelahkan. :”D

Ketika menjahit pun ada saja yang jadi masalah. Mulai dari saya menjahit mencong, hingga saya membuat benangnya bundet dan lain-lain-lain. Meski demikian, setelah berkutat berkali-kali, mengulang bagian yang ternyata nggak ikut terjahit, merapikan sana-sini, akhirnya puring tas saya jadi!

Ini penampakannya:

Ini sekilas penampakan bagian dulunya luar dalam, yang bukan busa:

Ini penampakan ketidakrapian yang saya lakukan 😀 😀 😀

Psst, setelah jadi saya baru sadar bahwa sebaiknya memang ada tiga lapis kalau ada isi busanya gini. Hahaha. Mungkin bakal saya bikin tiga lapis beneran, di lain kesempatan. Sekalian pasang rits juga gitu ya dan menyelesaikan tas ini. Namun itu mungkin…  nanti-nanti dulu. Selain cukup melelahkah, perjalanan ke rumah guru menjahit saya cukup jauh sih. Coba sepuluh meter gitu ya, saya rajin kali ke sana buat mengasah keterampilan menjahit (dengan mesin) yang baru saya dapatkan ini. XD *berasa main game*

Yah, meski melelahkan. Saya puas. Senang banget lihat hasilnya. Rapi bo! Rapi banget disbanding jahit tangan deh. Wkwk. Bakal coba lagi kok. Pasti. (Sekalian nabung buat beli mesin jahit sendiri.)

Terakhir, terima kasih yang amat sangat untuk Fina dan Uminya, yang sudah dengan sabar mengajari saya. Jangan kapok ya, hehe. :*

Advertisements

Author:

Seorang gadis pecinta Venezia dan es krim cokelat. Paling senang menambah tumpukan buku, menimbun benang rajutan, dan menatap langit-langit kamar. Sejak kecil bercita-cita menjadi penulis fantasi, yang sayangnya belum kesampaian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s