Posted in Tantangan

[13] Gunung atau Pantai

Oke, udah bolos banyak haha. Namun, yang nulis cerita mau dirapel. Semoga bisa ditulis sampai selesai akhir minggu ini.

Nah, tema hari ini tentang “Pilih mana gunung atau pantai? Kenapa?”

Saya pilih keduanya. Well, kenapa harus pilih satu kalau suka keduanya? XD

Yeah, saya suka jalan-jalan. Saya suka ke gunung maupun ke pantai. Nggak pilih-pilih, meski nggak mengantongi izin buat hiking. Saya suka pohon, rumput hijau, aroma dedaunan di gunung, dan udaranya yang dingin. Saya pun suka debur ombak, buih pantai, aroma garam, dan pasir. Masing-masing punya nilai lebih, tapi keduanya tetaplah alam yang menyenangkan untuk dikunjungi.

Lantas, kenapa harus pilih salah satu kalau menikmati keduanya? 😀

Posted in Tantangan

[7] Sepatu Impian

Dua hari bolos dan sekalinya sempat nulis temanya… sepatu impian. LOL.

Oke, sepatu impian ya. Yah, nggak ada kriteria khusus sih. Sejujurnya saya lebih suka pakai sandal, apalagi jepit. Habis sandal itu memungkinkan udara untuk bersirkulasi optimal sehingga kaki nggak bakal keringat berlebih dan berbau tak sedap. Pun nggak susah nyucinya kalau sandal. Beda sama sepatu.

Namun, berhubung nanyanya sepatu, baiklah. Sepatu impian saya itu yang bisa melayang jadi nggak perlu gerakin kaki. /malas

Nggak, nggak haha. Intinya sih yang nyaman. Dan impian saya itu nemu sepatu yang kalau dipakai jalan/lari nggak gampang lelah. Terus udara bisa bersirkulasi dengan baik sehingga nggak lagi merasa kaki sesak. Terus tahan lama dan kuatlah bertahun-tahun. Terus, nggak susah dicuci dan nggak gampang basah.

Ada nggak ya kira-kira? Ada yang tahu sepatu dengan kriteria di atas? Boleh deh beliin saya satu. Ukuran kaki saya 39/40. 😛

Hahaha!

Posted in Tantangan

[3] Setinggi Pohon

Rangkai cerita dengan kata ombak, mual, dan sunyi.

Harusnya ditulis kemarin, tapi ngantuk hiks jadi belum selesai. Nggak panjang, tapi semoga menghibur. Ditunggu kritik dan sarannya. 😉


Aku bersungut, “Hei! Jangan buang sampah sembarangan!”

Perahu motor itu berhenti. Botol-botol minuman kemasan mengambang di dekat perahu itu. Penumpangnya menatapku, sebelum berlalu seperti tak mendengar apa pun.  Continue reading “[3] Setinggi Pohon”